Sabtu, 11 Februari 2012

ULASAN ARTIKEL INTERNET UNTUK ANAK


Anak biasanya kalau sudah ada didepan internet lupa akan segalanya misalnya pada waktu harus makan dia lebih suka berada didepan internet yaitu bermain game atau facebook-an dengan temannya.  Untuk Itu orang tua harus mengawal , mengawasi , mengarahkan anak agar tidak terpengaruh kearah kenegatifan lingkungan atau terpengaruh teman dan pergaulan lingkungan rumah.

Dengan member pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet yang dapat merusak mental dan karakter anak serta tanggung jawab atas pendidikannya terabaikan, untuk mencegah itu orangtua memberi  batasan untuk bermain internet ataupun yang menyangkut teknologi informasi dan komunikasi yaitu dengan membuat jadwal kegiatan yang harus dilakukanan oleh anak atas dasar kesepakat orang tua dan anak. Dan memberi siraman rohani pada anak dengan memanggil  guru ngaji yaitu dengan ceramah  yang mengaitkan pergaulan dengan orang asing.

Pertemanan melalui dunia maya sangatlah berbahaya karena kita hanya melalui internet,komunikasinya tanpa mengenal  wajah yang sesungguhnya dan identitas yang sebenarnya. Dalam pertemanan melalui dunia maya tidak ada etika dalam pergaulan maka orang tua wajib mengenalkan etika pergaulan dalam dunia maya atau komunikasi melalui internet ( online ).

Awasi anak apabila ke toilet jangan sampai anak membawa handphone maka kita sebagai orang tua  memberi perhatian yang lebih agar anak tidak mudah mengakses internet di kamar mandi (toilet).

Kita sebagai orang tua juga dapat memberitahukan kegunaan dari internet untuk pendidkan yaitu dapat mencari materi pelajaran yang tidak ada di buku pelajaran maka dangan internet  kita dapat membuka situs dengan sesuai apa yang akan kita cari dan meringankan orang tua untuk tidak membeli buku pelajaran terlaku banyak, dengan membuka internet telah ada semua yang kita inginkan.

Untuk itu orang tua harus menggunakan software filter apabila anak mengaktifkan internet sudah tersaring situs yang merusak moral anak.

Selasa, 07 Februari 2012

nawala untuk anak


Pada tanggal 9 November 2009.terobosan baru dilakukan beberapa aktivis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tentulah aktivis tersebut bukanlah pengguna yang menikmati kemajuan teknologi hanya untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan sesaat. Anak bangsa yang tergabung dalam Nawala Project menawarkan sebuah koridor mengawal jalannya kemajuan teknologi informasi agar tidak menyeleweng terlalu jauh sehingga mengabaikan faktor moral. Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu,Nawala sebagai salah satu layanan yang diberikan oleh Nawala Project yang membantu pengguna internet menghindari akses ke situs-situs yang mengandung materi pornografi, judi, phising dan malware
Salah satu prosedur pemindahan DNS ke DNS Nawala di windows

Koridor tersebut “mengalihkan” untuk penggunaan kode DNS atau Domain Name System yang khusus, yaitu DNS #1 180.131.144.144 dan DNS #2: 180.131.145.145. Untuk saat ini baru DNS Nawala yang dapat dipergunakan oleh pengguna internet, namun dalam perencanaan jangka panjang Nawala Project juga akan memberikan layanan URL Filtering dan Anti SPAM. Kawalan yang berpusat di “stasiun” Nawala Project ini menerima pengaduan atau complaint dari masyarakat luas yang “menilai” sebuah website memenuhi kategori sebagai halaman website yang mengandung konten-konten terlarang di atas.

Sasaran utama dari proyeksi ini sebenarnya adalah pengguna internet usia anak-anak. Harapannya untuk bangsa dan negara adalah bahwa di masa depan tercipta poros bernuansa ideologis-hitech dan bukan sekedar main blokir. Lebih jauh adalah membiasakan dan membentuk karakter khusus yang membuat pengguna internet tidak menganggap dan menilai pornografi, pornovideo, perjudian, malware, dan phising sebagai hal lumrah dan umum, yang mana tidak perlu ada kriteria larangan browsing serta usaha pencegahan dari jangkitannya. Konten-konten larangan tersebut akan menjadi sebuah “pamali” publik yang tidak hanya memberikan kenyamanan dalam browsing, tetapi juga ketenangan para orang tua saat menyaksikan anak-anaknya sibuk tertarik di depan internet. Para orang tua seakn terbantukan secara “penuh” dan total, terlepas dari kekhawatiran dan was-was terhadap masa depan moral anak-anaknya.

internet sehat untuk anak

Berdasarkan kenyataan, bahwa tidak ada cara yang efektif untuk membatasi penyebaran pornografi dan pornovideo di internet, maka kesadaran orang tua terhadap moral akhlak anak menjadi penentu keselamatan anak dalam browsing internet. Masih bertebarannya pornografi di berbagai situs membuktikan bahwa tanggungjawab penuh sebenarnya tetap dan masih di tangan orang tua dalam mendidik, bukan guru di sekolah, teman-teman, apalagi pekerja yang bertugas memblokir pornografi dan pornovideo

Pencipta dan Penyedia peralatan teknologi informasi tidak dapat didakwa atas tuduhan “perusakan” moral anak dan generasi bangsa, sebab pencipta dan penyedia peralatan tersebut juga membantu pemenuhan kebutuhan informasi positif yang bukan termasuk dalam kategori konten terlarang. Penyelewengan murni sebagai kecerobohan user atau pengguna internet.

Tanpa menafikan bahwa kondisi luar rumah termasuk konten internet juga memberi pengaruh positif atau negatif, maka orang tualah yang berkewajiban mengawal dan mengarahkan anak agar tidak terpengaruh oleh kenegatifan lingkungannya. Bahkan walaupun.seorang anak seumpama disekolahkan di sebuah pondok dan lembaga pendidikan lainnya, tanggungjawab perkembangan akhlak anak tetap berada pada orang tua, sebab seorang anak terlahir dan datang dari rumah. Seorang anak bukan datang dari pondok, sekolah atau jalanan. berikut ini adalah tips untuk mengawasi anak dalam menjelajahi dunia maya:

Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara. I
ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi personal, seperti email dan nomor telepon.

Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”

Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal via chat.
Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.

Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet

Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.
Gunakan software filter aktivitas internet
Jika menurut Anda semua cara tadi belum maksimal, gunakan software untuk memfilter kegiatan internet. Banyak software parental yang tersedia gratis maupun berbayar. Cari saja via mesin pencari di internet. Jika sudah begitu, anak Anda bisa bebas internetan, namun kontrol tetap di tangan Anda sebagai orangtua.


Orang tua tidak boleh teledor dan lengah dari situasi pergaulan zaman sekarang. Sekali lengah, sengaja atau tidak, taruhannya adalah “ancaman” terhadap perkembangan akhlak anak kita sendiri. Dan jika seorang anak itu ternyata meleset dari harapan orang tua, maka orang tua tidak sepantasnya menuduhkan atau memberi label buruk kepada lembaga pendidikan atau pondok yang mengasuhnya, apalagi mempersalahkan pengelola negara.


kecanduan teknologi terhadap anak


Mengenalkan teknologi kepada anak memang bisa dilakukan pada usia dini. Karena secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh positif bagi anak. Tapi jangan sampai keterusan sehingga anak lupa waktu untuk aktivitas lain yang lebih berguna bagi tumbuh kembangnya.

Produk yang bisa membuat anak kecanduan teknologi sehingga lupa waktu, diantaranya:

Televisi. Salah satu kesalahan orang tua adalah membebaskan anak untuk melihat televisi kapanpun dan menyerahkan semuanya ke babysitter. Anda sebaiknya menyiapkan aktivitas yang menarik untuk balita Anda seperti permainan balok, aneka boneka (untuk perempuan) atau mobil-mobilan unik untuk anak laki-laki, atau permainan lainnya. Tujuannya agar balita Anda sibuk dan tidak terus terpaku pada acara televisi yang belum tentu berefek positif dengan usianya. Usahakan pula selalu menemani anak saat mereka nonton televisi agar mampu menyeleksi acara mana saja yang boleh ditonton dan tidak.

Komputer. Seperti halnya televisi, komputer kini bukan lagi barang aneh di setiap rumah dan bagi balita sekalipun. Tempatkan komputer di ruang keluarga sehingga dengan mudah Anda mengawasi apa saja yang dilakukan anak saat menggunakan komputer. Jika memungkinkan, sediakan komputer khusus untuk anak Anda dan didalamnya hanya diinstal program yang mendukung positif perkembangan anak.

Video game. Saat ini banyak variasi game yang kerap dijadikan rengekan anak-anak saat minta hadiah. Seperti Playstation, Nintendo, Xbox, Wii atau perangkat game lainnya yang kerap membuat anak lupa waktu. Anda bisa melarang sama sekali permainan video game tersebut. Atau Anda bisa membolehkan dengan aturan yang jelas, semisal maksimal hanya 1 jam sekali per hari. Cermati pula game-game yang dimainkan dan hanya sediakan game yang memang dibuat untuk anak-anak.

Kecanduankah Anak Anda?. Anak Anda bisa dikatakan kecanduan perangkat teknologi jika mereka:
  • Melupakan waktu makan, waktu tidur terganggu atau bergeser dan malas masuk sekolah / prasekolah
  • Hanya senang saat di depan komputer, TV atau video game, dan perilaku kurang baik saat anak Anda berhenti bermain
  • Lebih tertarik dengan video game ketimbang bermain dengan teman
  • Berbohong agar bisa main game
  • Bisa memicu kegemukan karena badan anak kurang bergerak
  • Mata memerah karena terlalu lama di depan layar komputer atau televisi